Jumat, 17 November 2017

Kenali Bahasa Tubuh Lawan Bicaramu

Pernahkah anda berbicara dengan seseorang yang anda belum mengenalnya sebelumnya? Ya, hal itu pasti pernah terjadi dalam hidup anda. Entah mungkin saat dalam perjalanan ataupun menghadiri acara-acara tertentu.  Bisa juga saat pertama berkenalan dengan teman-teman anda di sekolah atau di tempat  anda bekerja. 

Awal pertama bertemu dengan seseorang yang belum anda kenal akan menciptakan momen "Kesan Pertama" yang dapat mempengaruhi pikiran anda terhadap orang tersebut. Ada  tagline dari sebuah iklan yaitu “ Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda” jika dipikir-pikir tagline tersebut sangatlah tepat. Sebuah penelitian mengatakan bahwa 90% persepsi seseorang sangat ditentukan dari 4 menit awal saat mereka saling berinteraksi. Dampaknya sangat besar bukan? Apalagi jika anda ingin orang tersebut menyukai anda.

Untuk menilai  respon orang lain terhadap anda saat terjadi “Kesan Pertama” tersebut, anda dapat melihatnya dari bahasa tubuh mereka  Berikut ini ciri-ciri bahasa tubuh yang dapat anda lihat:

1. Bahasa Tubuh Positif dan Percaya diri

Orang yang percaya diri akan berdiri dengan bahu tegap dan menatap dengan wajah tersenyum. Mereka berbicara dengan pelan dan jelas, tidak terburu-buru ataupun terbata-bata. Nada bicaranya sedang sampai rendah. Gestur tangan bebas dan bermakna banyak atau tangan tidak kaku maupun terpaku dalam suatu sikap dan mantap saat berjabat tangan. Mereka sangat antusias saat mendengarkan lawan bicaranya.

Sangat menyenangkan apabila anda berinteraksi dengan orang yang menunjukkan bahasa tubuh percaya diri ini. Apalagi jika orang tersebut lebih tua atau mempunyai ilmu dan pengalaman lebih daripada anda. Mereka tidak sungkan untuk berbagi cerita dan nasehat kepada anda.

2.  Bahasa Tubuh Defensif

Arti defensif sendiri sederhananya adalah “Tidak Mau Menerima”. Orang yang bersikap defensif apabila mendapat kritikan atau masukan dari lawan bicaranya, mereka cenderung  mempertahankan sikap dan pendapatnya.

Orang yang defensif dapat anda lihat dari gestur tangan yang sempit dan mendekat pada tubuh (menyilangkan tangan di dada). Ekspresi wajahnya minimal dan kontak mata tidak berbinar. Secara fisik tubuhnya menjauhi anda.

Ketika melihat lawan bicara anda yang bersikap defensif sebaiknya ubahlah topik pembicaraan atau perbaiki cara penyampaian anda. Bisa jadi orang tersebut tersinggung dengan kata-kata anda ataupun dengan cara penyampaian anda.

3.  Bahasa Tubuh Menyatakan Keengganan

Apakah anda pernah bertemu orang yang cuek? Tidak mendengarkan kata-kata yang anda bicarakan? Tentunya hal ini sangat menyebalkan. Seolah-olah seperti berbicara dengan tembok.

Biasanya orang yang enggan diajak berinteraksi tatapannya tidak fokus pada lawan bicaranya atau tangannya yang melakukan hal-hal lain seperti menulis atau memainkan sesuatu. Kadang mendengarkan sambil menguap. Duduknya tidak tegap dan malas. 

Hal ini bisa terjadi ketika orang tersebut tidak tertarik dengan topik pembicaraan. Solusinya adalah alihkan kepada topik tentang dirinya, seperti bidang pendidikannya, keluarganya, atau tentang pekerjaan yang dia geluti atau persamaan diantara kalian sehingga dia akan bercerita dengan sendirinya.

4. Bahasa Tubuh Menyatakan berbohong


Ketika anda sedang membutuhkan informasi yang sangat berguna tentunya anda tidak ingin dibohongi. Tetapi tetap saja ada kemungkinan anda bisa dibohongi oleh orang lain walaupun itu adalah momen pertama bertemu. Ini bisa saja dilakukan oleh orang-orang untuk menutupi kekurangannya.

Untuk mengetahui seseorang berbohong  maka dapat anda lihat dari tatapan matanya. Kontak mata yang terjadi sangat sedikit bahkan tidak ada. Tubuhnya secara fisik menjauh dari anda atau ada gerakan tubuh yang tidak natural. Kecepatan nafas meningkat. 

Itulah bahasa tubuh orang lain yang dapat anda artikan untuk mengetahui respon sebenarnya kepada anda. Jadikanlah diri anda sebagai pribadi yang percaya diri dan positif sehingga dimanapun anda berada selalu disukai oleh orang lain.

Salam Hangat dari Embah Beng :)
Terima Kasih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar